Skip to main content

Hubungan antara Work Engagement dengan Performance

Hubungan antara Employee Engagement dengan Work PerformanceImage result for employee performance



Sebelum membahas tentang hubungan antara work engagement dengan work performance, kita harus mengetahui apa definisi dari masing-masing variabel tersebut.
  • Work engagement, merupakan keadaan psikologis di mana karyawan merasa berkepentingan dalam keberhasilan perusahan dan termotivasi untuk meningkatkan kinerja ke tingkat yang melebihi job requirement yang diminta (Mercer, dikutip oleh Carpenter & Wyman, 2007:1) lebih lanjut employee engagement dianggap sebagai suatu yang dapat memberikan perubahan pada individu, tim, serta perusahaan. 

  • Work Performance, merupakan hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya (Mangkunegara, 2007:67). Penilaian kerja yang dilakukan perusahaan bertujuan untuk mengetahui  tingkat kinerja (performance), yaitu gambaran mengenai hasil pencapaian target dalam atau perusahaan.
Dari hasil penelitain terdahulu ditemukan bahwa Work engagement berhubungan secara positif dengan work performance (Halbesleben & Wheeler, 2008; Schaufeli, Taris, & Bakker, 2006).
Dengan adanya pengaruh employee engagement terhadap kinerja karyawan, maka perusahaan dapat meningkatkan kinerja karyawannya melalui upaya peningkatan employee engagement. Robinson et al. (dikutip oleh Little 2006:113) menyatakan bahwa karyawan yang memiliki ikatan kuat dengan perusahaan akan meningkatkan performansi dalam pekerjaannya untuk keuntungan perusahaan. Hal senada juga diungkapkan Siddhanta dan Roy (2010:171) yang menyatakan hahwa employee engagement dapat menciptakan kesuksesan bagi perusahaan salah satunya melalui peningkatan kinerja karyawan.
Hubungan employee engagement dengan kinerja perusahaan juga diperkuat oleh penelitian yang dilakukan Markos dan Sridevi pada tahun 2010 yang menyatakan bahwa employee engagement berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. Selain berpengaruh terhadap kinerja perusahaan employee engagement juga berpengaruh terhadap kinerja individu karyawan, karena pada dasarnya performansi (kinerja) perusahan terbentuk dari kinerja individual karyawannya.



sumber: jurnal Weekly work engagement and performance: A study among starting teachers oleh: Arnold B. Bakker and P. Matthijs Bal




Comments

Popular posts from this blog

Analisis Film : Door to Door

Sinopsis film: Sejak lahir, Bill Porter mengalami suatu gangguan yang dinamakan  cerebral palsy , dimana gerakan, keseimbangan, dan postur tubuhnya mengalami gangguan. Pada awal kisah diceritakan bagaimana Bill Porter melamar kerja di suatu perusahaan bernama Watkins sebagai salesman, awalnya ia di tolak karena ia dipandang sebagai orang cacat yang tak mampu bekerja secara produktif. Namun, kemudian Bill diberi kesempatan untuk bekerja di perusahaan tersebut. Bill diantar ibunya (Mrs. Porter) ke tempat dimana ia akan mengunjungi pintu-ke-pintu untuk menawarkan produk-produk Watkins. Hari pertama kerja berlangsung rumit, namun ia berhasil mendapatkan seorang pelanggan. Pada hari keempat, ia hampir dipecat oleh bosnya (Mr. Chuck) dengan alasan belum mencapai target, namun Bill meminta kesempatan dan mencoba memperbaiki kesalahannya. Setelah selesai bekerja ia tidak melihat ibunya di tempat biasa untuk menjemput Bill. Ternyata Mrs Porter mengalami penyakit alzeimer,...
PSYCHOLOGICAL CAPITAL DAN KAITANNYA DENGAN TEORI LAIN   PSYCHOLOGY CAPITAL Psychology capital atau yang dikenal sebagai psycap adalah salah satu aliran dalam psikologi positif yang memandang manusia sebagai individu yang mempunyai potensi untuk berkembang dan produktif serta bermakna. Psycap merupakan penerapan psikologi postif yang diaplikasikan di tempat kerja dalam rangka meningkatkan prestasi individu tersebut di tempat kerja. ADVERSITY QUETIENT Stoltz (2007) mendefinisikan  adversity quetient  sebagai kecerdasan atau kemampuan seseorang untuk bertahan untuk menghadapi dan mengatasi kesulitan. Berdasarkan tingkatan AQ, individu dapat digolongkan ke dalam tiga kelompok:  quitters  yaitu individu dengan tingkat AQ rendah,  campers  yaitu individu dengan tingkat AQ sedang dan  climbers  yaitu individu dengan tingkat AQ tinggi (Stoltz, 2007). Dimensi-dimensi dalam AQ meliputi  control, origin & ownership, reach  da...